Entri Populer

Minggu, 24 Januari 2016

Ruang Kemunafikan

Bagaikan laut tanpa air

Bagaikan langit tanpa awan

dan Bagaikan bumi tanpa mentari

Kehidupan pun seperti itu

dan kehidupan pun juga bagaikan

aaaahhh aku tak paham lagi harus mendeskripsikan seperti apakah kehidupan yang ku jelajahi ini.

semua benar-benar semu layaknya bayangan dicermin dan drama didalam sebuah dongeng.

bayangkan hidup itu seklasik waktu yang enggan ingin berputar ulang untuk bisa tetap berada dalam

setiap detik yang indah , setiap menit yang bahagia , dan setiap jam yang indah dan bahagia yang

terkadang didalam sebuah ruang kemunafikan.

ruang kemunafikan yang membuat kehidupan hanya sebatas bayangan di dalam cermin dan drama

didalam sebuah dongeng.

banyak di kehidupan ini yang menjelimat didalam kekusutan ruang kemunafikan,

orang-orang yang baik namun munafik menepis kebaikannya hanya untuk mementingkan sang Ego

orang-orang yang jahat namun munafik hanya untuk kalah didalam kenyataaan hidup yang miskin

dan penuh kederitaaan.

entah siapa yang harus disalahkan bila nyatanya orang-orang baik dan orang-orang jahat

bermetamorfosis menjadi bayangan yang berada didalam cermin dan bermain peran didalam sebuah

drama yang penuh skenerio yang semestinya bukan tentang dialog yang harus mereka perankan.

walau pada dasarnya Tuhan melahirkan orang-orang baik dan orang-orang jahat dengan kelengkapan

yang mempunyai hati nurani.

bukankah mempunyai hati nurani sudah membuktikan bahwa pada dasarnya setiap orang baik ?

lalu mengapa mereka masih larut berada didalam ruang kemunafikan , yang mengubah mereka

bukan sebagai makhluk yang memiliki hati nurani.


#SebatangAir




Tidak ada komentar:

Posting Komentar