Entri Populer

Kamis, 04 Februari 2016

(Cerpen) Datang Dan Pergi Tanpa Ada Jeda , Tanpa Ada Isyarat , dan Tanpa Ada Waktu.

Datang dan pergi hal yang sangat melumpuhkan perasaan ,  membuat ketidakberdayaan , dan hal yang dapat  mengotak-atikan rasa namun sudah dipastikan hal tersebut lahir ketika sosok mu yang selalu datang dan pergi tanpa ada jeda  , tanpa ada isyarat , dan tanpa ada waktu.

Namun apa daya,  dari awal pun aku enggan sekejap pun untuk berhenti menatap cahaya indah dari mata mu, yang mampu membuat ku hingga detik ini berharap kamu pasti akan kembali untuk menatap ku . Yang mampu membuat ku melemah ketika suara mu menyapa ku meski hanya ucapan dialog yang sederhana, tapi hingga detik ini aku berharap sapaan ucapan dialog yang sederhan itu akan menjadi sapaan ucapan dialog yang hanya memuat dialog antara kita saja, ya antara kita , antara kita yang dulu pernah mengenal dan bersama , bukan pada saat ini yang tiba-tiba menjauh lalu menghilang membuat luka rindu. Dan yang mampu membuat ku berulang kali membuat hujan indah di wajah ku, yang hingga detik ini aku hanya ingin kamu yang dapat membuat setiap hujan indah itu berakhir pelangi layaknya aku dan kamu yang tersenyum bersama.

Klasik memang berulang kali setiap orang membicarakan mengenai cinta , tapi aku berbeda cerita 
cinta ku berbeda , cerita cinta ku misterius bahkan aku tak sempat menanyakan kepada hati ku, apakah aku mencintainya atau apakah aku hanya merindukannya ataukah mungkinkah ahhhhh entahlah aku sulit mengatakannya atas dasar apa rasa yang kurasakan ini , mungkin karena perasaan itu terlalu abstrak untuk diberikan sebuah wujud untuk membuat setiap insan berlogika tanpa berpikir ulang harus mempercayai perasaan kah yang lahir dari ruang hati, atau mempercayai logika yang lahir dari akal sehat. Bagaimana pun hal itu sangat menjelimat membuat ku lelah untuk terus bertengkar dengan hati dan akal sehat ku.

Semua hal tersebut tentu karena dia si pria misterius dan abstark yang hingga kini membuat ku bertanya-tanya mengapa kau selalu datang dan pergi di kehidupan ku ?  mungkin memang kau suka mentarik ulur setiap perasaan wanita seperti ku, wanita yang suka ya hanya berharap tapi berujung tragis di acuhkan oleh mu , padahal kau mengenal ku bahkan kau sempat mengucapkan sebuah dialog yang sangat indah untuk ku , didalam dialog tersebut ada kata “C I N T A”  yang seharusnya kau pahami dan ditanyakan kepada ku , namun sayang kau tak sempat tanyakan itu semua kepada ku dan lebih memilih pada logika mu yang mungkin jika boleh ku utarakan seperti ini ….

“ buat apa aku menanyakan lagi ke dia padahal jelas-jelas rasa itu hanya rasa cinta monyet saja yang ada karena rasa terbiasa suka tanpa mengenal lebih jauh , lagi pula kita kan berbeda sekolah dan hanya satu tempat les , lalu kebetulan teman di facebook sebelum tau bakalan satu tempat les, ditambah cuman buat iseng-iseng aja tapi malahan sempet chattingan terus , nyaman sih tapi ya gak mungkinlah itu namnya cinta orang gak kenal banget ketemuan juga ditempat les doang “
Sekilas mungkin logika mu berkata seperti itu wahai pria misterius dan abstrak ….

Tapi pahamilah wahai prian misterius dan abstrak , semua hal konyol dan keabstarakan itu membawa ku hingga detik ini selalu merindukan mu , selalu menunggu ucapan dialong yang sangat indah itu dan terkesan konyol hanya untuk memastikan apakah rasa nyaman mu yang dulu itu benar-benar hanya rasa nyaman biasa saja ? lalu mengapa kau pernah membuat ku diam diam jatuh cinta pada mu namun kau tak pedulikan , sempat kau membuat pertanyaan untuk ku….

“ kamu tau tidak kamu itu salah satu wanita yang bisa membuat ku nyaman setelah ibu ku , dan … dan …. , tapi diantara wanita yang ….. , dan ….. kamu yang berbeda , kamu yang lebih tau tentang aku dan membuat ku nyaman , maka dari itu kamu mau tidak mengenal ku lebih dekat dan aku mengenal mu lebih dekat lalu bersama ? (ceritanya lagi nembak , istilah anak remaja)

Wahai pria mistrius dan abstrak

“Ketika hal tersebut dulu kau katakan betapa bahagiaanya aku ternyata perasaan ku terbalaskan , dan kalau aku boleh jujur dari awal aku melihat mu ditempat les aku sudah jatuh cinta pada mu , mungkin aku bodoh langsung seperti itu tapi apa daya aku memang menyukai mu , dan tidak menyangka perlahan lahan keajaiban datang pada ku ,  ternyata kamu teman facebook ku , aku sih yang ngeadd kamu duluan soalnya waktu itu aku ngeadd kamu dengan alasan kamu itu salah satu teman dari pria yang aku sukai waktu di tk , aku melakukan itu berharap dapat bertanya-tanya kepada mu tentang pria yang ku sukai waktu tk yang kebetulan satu sekolahan dengan mu , dan aku pun memberanikan diri untuk mengechat kamu dulu dan bertanya sola pria yang kusukai itu , kamu jawab sih chattingan aku dif b dan mengenalin pria yang ku sukai itu tapi betapa jutek ya kamu menjawab chattingan ku,  membuat ku takut menchatting kamu lagi. Akhirnya pun aku tak ingin berurusan dengan mu lagi.

Tapi pada akhinya kita ditemukan ditempat les yang sama dan kamu ternyata sadar aku teman fb mu , kamu pun akhirnya ngechat aku lagi dan membuat aku penasaran akan sikap mu , dan singkat ya kamu pernah mengucapkan kata nyaman kepada ku .

Entah dianggap pacaran atau tidak waktu dialog itu diutarakan hari demi hari pun berganti hingga pada waktu itu selang kurun waktu yang tak lama sehabis si pria misterius dan abstarak mengucapkan kata nyaman untuk ku . Namun sekita logika pria misterius dan abstrak itu berkata untuk ku , lebih baik kita berteman saja , lagi pula kan kita masih sekolah dan belum mengenal satu sama lain lebih dalam lagi, entah setan apa yang telah merasuki logika mu yang beraninya dapat menepis perasaan mu yang sudah berkata nyaman dengan ku dan membuat ku menangis untuk pertama kalinya hanya untuk  mu , ya untuk mu yang sudah membuat ku jatuh cinta untuk pertama kalinya, hingga pria misterius dan abstrak itu berkata kamu jangan nangis kan kita bisa jadi temen aja , lagi pula apapun yang terjadi ku kan selalu ada untuk mu (petikan lirik lagu yang dulu lagi boming).

Setelah sekian waktu yang sangat lama setelah kejadian itu , tetap saja rasa kecewa dan sedihpun selalu ada didalam ruang hati ku , namun bodohnya rasa kecewa dan sedih bukan rasa itu saja yang ada didalam ruang hatiku, masih ada setumpukan rasa rindu dan harapan untuk mengenal mu lebih dalam lagi serta bersama mu. Entah apa yang aku pikirkan dan aku rasakan sulit rasanya menterjemahkan berbagai macam rasa yang abstrak yang telah membangun sebuah kata rindu dan ingin bersama mu lagi.

Aku selalu berdoa disetiap hari-hari ku pada Tuhan, agar kau kembali pada ku dan membuat kisah aku dan kamu lagi yang menjadi kita. Karena pahamilah kau adalah sosok pertama yang mengenali ku arti kenyaman , kau juga yang mengajarkan ku arti menyukai bahkan perlahan-lahan mencintai, dan kau juga yang memberikan ku pelajaran tentang kata bersama , dan berpisah , datang , dan pergi , serta kau juga yang mampu membuat bangunan rindu didalam ruang hati ku , namun ironisnya kau juga yang mampu dengan seteganya membuat pertama kalinya hujan menutupi senyuman ku , dan melumpuhkan segenap keabstarakan perasaan hati ku menjadi logika yang tak bernyawa.

Akan tetapi , tiba-tiba karena doa ku pada Tuhan selalu dikabulkan namun tak seperti harapan ku . kau tiba-tiba datang pada ku tanpa ada jeda , tanpa ada isyarat , dan tanpa waktu membuat ku layaknya bunga-bunga yang mekar disaat yang tepat , karena kau datang disaat ku sedang mulai belajar melupakan mu  dengan cara bersama yang lain , seketika itu pula kau pergi disaat aku ingin tetap mengingat mu.

Namun apalah yang aku rasakan tentang perasaan ku pada mu , aku hanya meyadarinya dan mencoba untuk perlahan-lahan memahami kau hanya sekedar datang dan pergi tanpa ada jeda, tanpa ada isyarat , dan tanpa ada waktu . Bukan untuk datang lalu menetap dan bersama, tapi aku selalu yakin pada Tuhan bahwa setiap pertemuan dan perpisahan yang dirancang olehNYA selalu ada keajaiban dan anugrah didalam kisah yang telah Tuhan takdirkan.

#SebatangAir

Berlogika lah , Semua itu hanya pernah bukan selamanya


Terkadang langkah kaki yang  menapak dibumi disapa hembusan angin yang menyeret untuk terhenti kaku tak bernyawa.
Tangan dan diri pun melemah tak berdaya terkalahkan keraguan yang tak seharusnya dihiraukan.
Namun waktu dan kenyataan memaksa semuanya terjadi tanpa semestinya tanpa harapan.
Semuanya terjadi ketika rentangan masa lalu menarik mu, untuk bermelodi kembali memainkan setiap nada-nada yang telah usang nan sunyi. Tapi disisi lain nada-nada indah nan merdu menunggu mu, untuk lebih memainkan melodi yang baru.
Langit biru nan pekat  pun menghiasi setiap nada-nada kehidupan, hingga tanpa disadari indahnya kehidupan terluka karena mentari yang beramarah membakar, setiap keberanian dan kepercayaan menjadi keraguan.
Lantas mengapa setiap masa lalu membekas menjadi kenangan yang berselimut luka, namun tetap dirindukan?
Apa Karena pernah membuat tersenyum, namun meneteskan hujan diindahnya mata mu.
Apa karena pernah membuat bahagia, namun melahirkan kesedihan.
Apa karena pernah membuat bangga , namun membangun kekecewaan diruang hati mu.

Berlogika lah, semua itu hanya pernah bukan selamanya. 

#SebatangAir

Minggu, 24 Januari 2016

Ruang Kemunafikan

Bagaikan laut tanpa air

Bagaikan langit tanpa awan

dan Bagaikan bumi tanpa mentari

Kehidupan pun seperti itu

dan kehidupan pun juga bagaikan

aaaahhh aku tak paham lagi harus mendeskripsikan seperti apakah kehidupan yang ku jelajahi ini.

semua benar-benar semu layaknya bayangan dicermin dan drama didalam sebuah dongeng.

bayangkan hidup itu seklasik waktu yang enggan ingin berputar ulang untuk bisa tetap berada dalam

setiap detik yang indah , setiap menit yang bahagia , dan setiap jam yang indah dan bahagia yang

terkadang didalam sebuah ruang kemunafikan.

ruang kemunafikan yang membuat kehidupan hanya sebatas bayangan di dalam cermin dan drama

didalam sebuah dongeng.

banyak di kehidupan ini yang menjelimat didalam kekusutan ruang kemunafikan,

orang-orang yang baik namun munafik menepis kebaikannya hanya untuk mementingkan sang Ego

orang-orang yang jahat namun munafik hanya untuk kalah didalam kenyataaan hidup yang miskin

dan penuh kederitaaan.

entah siapa yang harus disalahkan bila nyatanya orang-orang baik dan orang-orang jahat

bermetamorfosis menjadi bayangan yang berada didalam cermin dan bermain peran didalam sebuah

drama yang penuh skenerio yang semestinya bukan tentang dialog yang harus mereka perankan.

walau pada dasarnya Tuhan melahirkan orang-orang baik dan orang-orang jahat dengan kelengkapan

yang mempunyai hati nurani.

bukankah mempunyai hati nurani sudah membuktikan bahwa pada dasarnya setiap orang baik ?

lalu mengapa mereka masih larut berada didalam ruang kemunafikan , yang mengubah mereka

bukan sebagai makhluk yang memiliki hati nurani.


#SebatangAir




Rabu, 13 Januari 2016

Pelangi di Malam Hari


Ada banyak hal yang tak semestinya dijawab

Ada juga banyak hal yang tak semestinya di risaukan

Namun entahlah,

Apa aku yang terlalu sibuk memikirkan jawaban atas keindahan di dunia ini

Ataukah orang-orang diluar sana yang lebih mengacuhkan nikmat keindahan dari Sang Pencipta.

Yang jelas semua orang berbeda , ya berbeda dalam menyikapi dunia ini.

Seperti aku

Aku yang selalu merasakan kesendirian didalam keramaian

Aku yang selalu menghujam hatiku agar mengalah pada kenyataan yang bukan harapan ku

Dan aku yang selalu berimajinasi didalam ruang yang mentakdirkan ku untuk berlogika

Seperti apapun aku, yang jelas aku seolah olah hanya ingin menjadi
sebuah pelangi di malam hari .

walau terdengar sangat aneh dan mustahil
tapi apa daya aku hanya ingin menjadi sebuah pelangi di malam hari
yang berbeda , yang lebih indah , yang lebih di rindukan dan
yang lebih jelas ialah untuk lebih indah menyempurnakan nikmat Sang Pencipta

agar tak ada lagi yang dapat mengacuhkan nikmat Sang Pencipta. 

#SebatangAir

Selasa, 12 Januari 2016

Ketika Mengenal Cinta

Aku tak paham apa yang sedang aku rasakan

Terkadang aku berpikir aku bahagia namun nyatanya aku tak merasakan kebahagiaan itu

Terkadang aku merasakan  kebahagian tapi nyatanya pikiran ku kalut membuat ku melemah

Mungkin lebih tepatnya aku tak merasakan dan tak pernah  berpikir namun ,

lebih tepatnya aku hanya belajar untuk mampu hidup didalam dunia yang luas ini , bukan dunia hidup ku .

Berpura – pura kata yang tepat untuk diri ku .

Aku suka berpura-pura bahkan aku terbiasa dengan berpura-pura memaikan perasaan dan logika ku sendiri , dan merelakan segalanya demi aku terlihat normal seperti manusia tanpa beban , tanpa kesedihan , dan tanpa pernah meneteskan air mata .


Semua rasa itu hadir ketika pertamakalinya aku mengenal cinta . 

#SebatangAir

2.232 hari

2.232 hari entah itu menjadi rangkaian cerita ya harus selalu ku pertahankan atau ku hentikan 

layaknya sapaan angin yang tak dirindukan oleh para ilalang.

 Apakah harus aku tak hitung kembali agar aku bisa mematikan rasa ku untuk melupakan mu 

Bahwa pada dasarnya aku hanya menunggu mu selama 2.232 hari itu.

 Ya menunggu mu yang hanya datang dan pergi tanpa jejak , tanpa rasa, tanpa alasan.

 Terus saja kau tarik ulur cerita ini , hingga pada saatnya cerita itu hanya sebatas cerita lama yang penuh kenangan tanpa arti dan tanpa rasa.

 ‪#‎SebatangAir‬

Hidup Layaknya Drama

Sekalipun kamu bercermin dengan rentan waktu yang lama,



 tetap saja hidup layaknya drama, karena ruang hati dengan ruang nyata tak bisa 


berkontrubusi menjadi satu untuk bisa melahirkan dunia yang kau impikan . 
#SebatangAir

Rasa Yang Semu

Ketika hati terasa berdebar namun bukan seharusnya seperti itu .


 Ketika hanya sepintas moment indah merajut cerita kita 


 yang tak seharusnya menjadi nyata . 


Entahlah apa yang dirasa antara kita , 


namun yang saya rasakan Tuhan telah mengabulkan doa ku untuk mengenal mu 


walau hanya sebatas kebersamaan yang tak terduga , 


percakapan yang hanya terhitung waktu ,


 dan kenangan yang semestinya bukan hanya sebatas pendangan kenangan.

 #SebatangAir

Rindu Yang Tak Berujung

Sejauh apapun langkah mu,
Sedekat itu pula bayangan mu selalu hadir menyelinap didalam pikiran ku.

Walau keadaannya tak ada sapaan angin yang memberikan tanda.

Walau nyatanya jarak memang menenggelamkan cerita kita, 
Namun tetap saja tak sedikit pun rasa ini larut .

Bukankah setiap sapaan pertemuan selalu berujung salam perpisahan ?

Bukankah setiap cerita lama selalu ada cerita baru ?

Tapi bukankah Tuhan tidak akan setega itu membiarkan semuanya 
runyam tanpa ada kepastian ,
tenggelam tanpa ada kejelasan,
pergi tanpa ada pertanyaan, 
berpisah tanpa ada jawaban . 

Jika memang semuanya ditakdirkan harus seperti itu, lantas tumpukan tumpukan rindu ini hanya untuk ku ucapkan dalam bait-bait doa ku.

Agar Tuhan menyampaikanya pada mu , bahwa aku merindukan mu walau hanya sebatas dari cerita lalu tapi hingga detik ini.

#SebatangAir