Bagaikan laut tanpa air
Bagaikan langit tanpa awan
dan Bagaikan bumi tanpa mentari
Kehidupan pun seperti itu
dan kehidupan pun juga bagaikan
aaaahhh aku tak paham lagi harus mendeskripsikan seperti apakah kehidupan yang ku jelajahi ini.
semua benar-benar semu layaknya bayangan dicermin dan drama didalam sebuah dongeng.
bayangkan hidup itu seklasik waktu yang enggan ingin berputar ulang untuk bisa tetap berada dalam
setiap detik yang indah , setiap menit yang bahagia , dan setiap jam yang indah dan bahagia yang
terkadang didalam sebuah ruang kemunafikan.
ruang kemunafikan yang membuat kehidupan hanya sebatas bayangan di dalam cermin dan drama
didalam sebuah dongeng.
banyak di kehidupan ini yang menjelimat didalam kekusutan ruang kemunafikan,
orang-orang yang baik namun munafik menepis kebaikannya hanya untuk mementingkan sang Ego
orang-orang yang jahat namun munafik hanya untuk kalah didalam kenyataaan hidup yang miskin
dan penuh kederitaaan.
entah siapa yang harus disalahkan bila nyatanya orang-orang baik dan orang-orang jahat
bermetamorfosis menjadi bayangan yang berada didalam cermin dan bermain peran didalam sebuah
drama yang penuh skenerio yang semestinya bukan tentang dialog yang harus mereka perankan.
walau pada dasarnya Tuhan melahirkan orang-orang baik dan orang-orang jahat dengan kelengkapan
yang mempunyai hati nurani.
bukankah mempunyai hati nurani sudah membuktikan bahwa pada dasarnya setiap orang baik ?
lalu mengapa mereka masih larut berada didalam ruang kemunafikan , yang mengubah mereka
bukan sebagai makhluk yang memiliki hati nurani.
#SebatangAir
Entri Populer
-
Datang dan pergi hal yang sangat melumpuhkan perasaan , membuat ketidakberdayaan , dan hal yang dapat mengotak-atikan rasa namun sudah ...
-
Aku tak paham apa yang sedang aku rasakan Terkadang aku berpikir aku bahagia namun nyatanya aku tak merasakan kebahagiaan itu Terka...
-
2.232 hari entah itu menjadi rangkaian cerita ya harus selalu ku pertahankan atau ku hentikan layaknya sapaan angin yang tak dirindukan o...
-
Ada banyak hal yang tak semestinya dijawab Ada juga banyak hal yang tak semestinya di risaukan Namun entahlah, Apa aku yang...
Minggu, 24 Januari 2016
Rabu, 13 Januari 2016
Pelangi di Malam Hari
Ada banyak hal yang tak semestinya dijawab
Ada juga banyak hal yang tak semestinya di risaukan
Namun entahlah,
Apa aku yang terlalu sibuk memikirkan jawaban atas keindahan
di dunia ini
Ataukah orang-orang diluar sana yang lebih mengacuhkan
nikmat keindahan dari Sang Pencipta.
Yang jelas semua orang berbeda , ya berbeda dalam
menyikapi dunia ini.
Seperti aku
Aku yang selalu merasakan kesendirian didalam
keramaian
Aku yang selalu menghujam hatiku agar mengalah pada
kenyataan yang bukan harapan ku
Dan aku yang selalu berimajinasi didalam ruang yang
mentakdirkan ku untuk berlogika
Seperti apapun aku, yang jelas aku seolah olah hanya
ingin menjadi
sebuah pelangi di malam hari .
walau terdengar sangat aneh dan mustahil
tapi apa daya aku hanya ingin menjadi sebuah pelangi
di malam hari
yang berbeda , yang lebih indah , yang lebih di
rindukan dan
yang lebih jelas ialah untuk lebih indah menyempurnakan
nikmat Sang Pencipta
agar tak ada lagi yang dapat mengacuhkan nikmat Sang
Pencipta.
#SebatangAir
Selasa, 12 Januari 2016
Ketika Mengenal Cinta
Aku tak paham apa yang sedang aku rasakan
Terkadang aku berpikir aku bahagia namun nyatanya aku tak
merasakan kebahagiaan itu
Terkadang aku merasakan
kebahagian tapi nyatanya pikiran ku kalut membuat ku melemah
Mungkin lebih tepatnya aku tak merasakan dan tak pernah berpikir namun ,
lebih tepatnya aku hanya
belajar untuk mampu hidup didalam dunia yang luas ini , bukan dunia hidup ku .
Berpura – pura kata yang tepat untuk diri ku .
Aku suka berpura-pura bahkan aku terbiasa dengan
berpura-pura memaikan perasaan dan logika ku sendiri , dan merelakan segalanya
demi aku terlihat normal seperti manusia tanpa beban , tanpa kesedihan , dan
tanpa pernah meneteskan air mata .
Semua rasa itu hadir ketika pertamakalinya aku mengenal
cinta .
#SebatangAir
2.232 hari
2.232 hari entah itu menjadi rangkaian cerita ya harus selalu ku pertahankan atau ku hentikan
layaknya sapaan angin yang tak dirindukan oleh para ilalang.
Apakah harus aku tak hitung kembali agar aku bisa mematikan rasa ku untuk melupakan mu
Bahwa pada dasarnya aku hanya menunggu mu selama 2.232 hari itu.
Ya menunggu mu yang hanya datang dan pergi tanpa jejak , tanpa rasa, tanpa alasan.
Terus saja kau tarik ulur cerita ini , hingga pada saatnya cerita itu hanya sebatas cerita lama yang penuh kenangan tanpa arti dan tanpa rasa.
#SebatangAir
layaknya sapaan angin yang tak dirindukan oleh para ilalang.
Apakah harus aku tak hitung kembali agar aku bisa mematikan rasa ku untuk melupakan mu
Bahwa pada dasarnya aku hanya menunggu mu selama 2.232 hari itu.
Ya menunggu mu yang hanya datang dan pergi tanpa jejak , tanpa rasa, tanpa alasan.
Terus saja kau tarik ulur cerita ini , hingga pada saatnya cerita itu hanya sebatas cerita lama yang penuh kenangan tanpa arti dan tanpa rasa.
#SebatangAir
Hidup Layaknya Drama
Sekalipun kamu bercermin dengan rentan waktu yang lama,
tetap saja hidup layaknya drama, karena ruang hati dengan ruang nyata tak bisa
berkontrubusi menjadi satu untuk bisa melahirkan dunia yang kau impikan .
#SebatangAir
Rasa Yang Semu
Ketika hati terasa berdebar namun bukan seharusnya seperti itu .
Ketika hanya sepintas moment indah merajut cerita kita
yang tak seharusnya menjadi nyata .
Entahlah apa yang dirasa antara kita ,
namun yang saya rasakan Tuhan telah mengabulkan doa ku untuk mengenal mu
walau hanya sebatas kebersamaan yang tak terduga ,
percakapan yang hanya terhitung waktu ,
dan kenangan yang semestinya bukan hanya sebatas pendangan kenangan.
#SebatangAir
Rindu Yang Tak Berujung
Sejauh apapun langkah mu,
Sedekat itu pula bayangan mu selalu hadir menyelinap didalam pikiran ku.
Walau keadaannya tak ada sapaan angin yang memberikan tanda.
Walau nyatanya jarak memang menenggelamkan cerita kita,
Namun tetap saja tak sedikit pun rasa ini larut .
Bukankah setiap sapaan pertemuan selalu berujung salam perpisahan ?
Bukankah setiap cerita lama selalu ada cerita baru ?
Tapi bukankah Tuhan tidak akan setega itu membiarkan semuanya
runyam tanpa ada kepastian ,
tenggelam tanpa ada kejelasan,
pergi tanpa ada pertanyaan,
berpisah tanpa ada jawaban .
Jika memang semuanya ditakdirkan harus seperti itu, lantas tumpukan tumpukan rindu ini hanya untuk ku ucapkan dalam bait-bait doa ku.
Agar Tuhan menyampaikanya pada mu , bahwa aku merindukan mu walau hanya sebatas dari cerita lalu tapi hingga detik ini.
#SebatangAir
Langganan:
Komentar (Atom)

